Sabtu, 07 Desember 2013

SOPAN SANTUN

Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1 - SOPAN SANTUNSeorang pensiunan guru berjalan menuju kasir di K-Mart, supermarket yang lumayan terkenal di kota itu. Kaki kirinya terasa sakit, ia berharap tidak lupa untuk meminum semua pilnya tadi pagi. Satu pil untuk tekanan darah tinggi, satu pil untuk pusing-pusing, dan satu pil lagi untuk penyakit rematiknya yang kadang kambuh. “Syukurlah aku telah pensiun beberapa tahun lalu” katanya kepada diri sendiri. “Masihkah aku kuat mengajar anak-anak sekarang ?” Begitu tiba di depan antrian kasir yang penuh, ia melihat seorang lelaki dengan empat orang anak beserta istrinya yang hamil. Mantan guru itu tidak dapat melepaskan pandangannya dari tato di leher orang itu. “Pasti ia pernah dipenjara”, pikirnya. Ia terus memperhatikan penampilan pria itu. Dari cara pria itu berpakaian, mantan guru itu berkesimpulan bahwa ia adalah seorang anggota geng. Mata pensiunan tua itu tambah terperanjat ketika melihat kalung yang dikenakannya, bertuliskan “Parlson” – pasti ini adalah nama orang it....
... baca selengkapnya di Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 20 Mei 2013

UNTITLED


Banyak orang dulu bilang abis lulus sekolah / kuliah mo buka usaha aja, mau bisnis..
tnyata baru ngerasain klo bisnis itu ga segampang membalikkan telapak tangan. yang abis buka usahanya trus  tinggal santai-santai aja..
kalo anda buka usaha dengan modal 100 juta.. anda akan berjuang mati-matian bagaimana caranya untuk balik modal dulu.. banyak orang yang buka usaha sampai bangkrut, karena tidak punya pengalaman, tidak mengerti tentang konsep bisnis yang ia bangun. Pertanyaannya adalah Apakah anda perlu bangkrut dulu??
*Jawab sendiri


Untuk yang kerja konvesional..
berapa banyak investasi yang anda keluarkan ketika anda kuliah?
setelah anda lulus kuliah, dan anda mendapatkan gaji 2-3 juta.. mungkin untuk ukuran di beberapa daerah termasuk cukup besar. tapi untuk di daerah Jakarta, itu sangat tidak cukup
kalo tidak percaya hitung-hitung aja bandingkan dengan biaya hidup anda.


sekarang ada peluang usaha bagus yang dimana, tidak peduli latar belakang anda, Modal Kecil, dan diajarin pula sampai SUKSES.Selama anda mengikuti panduannya.. anda PASTI mendapatkan penghasilan minimal 6-7 juta / bulan
karena sudah banyak yang membuktikan


INFO LEBIH LANJUT:
28C2CBE2 / 08170863581

Jumat, 03 Mei 2013

IMPIAN PERLU UJIAN


kala impian membuat kita berbeda
kala cara pikir kita ditertawakan
kala senyuman kita disiniskan
kala warna semangat mulai meluntur
kala impian membuat hati bias

justru teruslah maju dan berpegang
teruslah berpegang pada impian kita
bangunlah keyakinan demi keyakinan

bukankah layang-layang terbang tinggi
karena melawan arah angin

ROSE FOR MOM


Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250KM darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyai kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, " Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu".
Pria itu tersenyum dan berkata, "Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau." Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.
Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya " Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?"
Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, di mana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.
Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 KM menuju rumah ibunya.
Pesan:
Jika anda mempunyai impian untuk membahagiakan orang-orang yang anda sayangi. Lakukan!! Jangan membiarkan orang-orang yang anda cintai menunggu lama, karena itu tidak ada artinya jika semuanya telah terlambat.

Kamis, 11 April 2013

Kreativitas


Kebanyakan orang menghubungkan berpikir kreatif dengan hal-hal seperti penemuan-penemuan teknologi atau para pemenang hadiah Nobel. Memang betul, penciptaan ataupun penemuan para ahli adalah hasil dari berpikir kreatif. Akan tetapi, berpikir kreatif tak hanya diperuntukan bagi profesi-profesi tertentu, dan juga bukan hanya milik orang-orang yang luar biasa pintar.

Orang tua yang hanya mengenyam pendidikan SMP dan berpenghasilan pas-pasan berkeinginan untuk dapat menyekolahkan putranya hingga universitas. Seorang manajer penjualan mengembangkan suatu rencana untuk membuat pameran di beberapa lokasi yang strategis agar dikunjungi oleh banyak calon pembeli. Seorang ibu rumah tangga merombak sudut halaman rumahnya yang gersang menjadi sebuah taman mungil yang asri. Ini senua adalah hasil dari berpikir kreatif.

Mencari jawaban yang sederhana tetapi tepat; menyusun barang-barang agar memudahkan pengambilannya; membuat anak-anak bersikap jujur; semua ini merupakan berpikir kreatif.

Percaya bahwa suatu hal dapat dilaksanakan, akan membuka jalan bagi pemecahan persoalan secara kreatif. Percaya bahwa sesuatu tidak dapat dilaksanakan, merupakan suatu pemikiran yang destruktif. Ini berlaku untuk semua situasi, baik yang kecil maupun yang besar. Jika kita sering menggunakan kata “mustahil, tidak mungkin, tidak bisa”, maka itu semua akan menutup pikiran kita untuk berkreasi. Para pemimpin yang tidak percaya bahwa perdamaian dapat diwujudkan pasti akan gagal, karena pikirannya tertutup bagi cara-cara kreatif. Demikian juga halnya dengan Anda. Jika Anda percaya bahwa Anda dapat melaksanakan suatu tugas, maka akan muncul ide-ide kreatif dan cara-cara pemecahan masalah yang akan Anda hadapi.

“When you affirm big, believe big, and pray big, big things happen.” (Norman Vincent Peale)

Author: Mr. Happy S. Tjandra

Senin, 01 April 2013

Comfort Zone


Hidup nyaman dengan segala fasilitas yang sudah tersedia, segalanya berjalan lancar tanpa hambatan, tanpa problema, itulah yang didambakan manusia. Namun sayangnya itu hanya ada di “utopia”, yaitu suatu tempat nyaman yang hanya ada dalam ilusi seseorang. Kenyataannya, kita hidup didunia yang nyata, yang terkadang mengalami problematika kehidupan, dalam usaha kita, keluarga kita, ataupun hubungan kita dengan orang lain. Ada yang mudah diselesaikan, ada pula yang butuh perjuangan ekstra, bahkan mungkin ada juga yang sampai saat ini pun anda belum tahu bagaimana menyelesaikannya.

Seringkali kali ketika kita sudah hidup mapan (Sesuai dengan kriteria masing-masing), baik dalam segi karier, sosial, lingkungan, ataupun keuangan, kita mulai takut kenyamanan ini akan terganggu atau berkurang atau bahkan sirna sama sekali. Oleh karena itu, banyak orang yang tidak mau berubah, tidak berani melakukan hal-hal yang mengandung risiko tinggi. Kita mulai terbiasa dengan pola hidup kita yang sudah terbentuk dengan “Nyaman”. Memang hal ini adalah hak setiap orang, apakah mau terus menikmati “kawasan nyaman” tersebut atau masih memiliki keberanian melakukan hal-hal lain untuk aktualisasi diri.

Selagi ada kesempatan untuk bertumbuh secara mental, emosi, dan rohani, maka tak ada salahnya kalau kita keluar dari “kawasan Nyaman” tersebut. Berani melakukan hal-hal untuk pertumbuhan diri, sehingga hidup kita tidak seperti dalam kungkungan yang membelenggu potensi diri. Pada akhirnya, setelah sekian lama kita hidup di dunia ini, ada suatu pertanyaan paling dasar yang harus dijawab oleh setiap orang, yaitu ,”sudahkah kita menjadi insan yang lebih baik , yang telah memberikan dan mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri kita yang telah Tuhan berikan kepada kita?

“I do the very best I know how the very best I can, and I mean to keep on doing so until the end” (Abraham Lincoln)