Kebanyakan orang menghubungkan berpikir kreatif dengan hal-hal seperti penemuan-penemuan teknologi atau para pemenang hadiah Nobel. Memang betul, penciptaan ataupun penemuan para ahli adalah hasil dari berpikir kreatif. Akan tetapi, berpikir kreatif tak hanya diperuntukan bagi profesi-profesi tertentu, dan juga bukan hanya milik orang-orang yang luar biasa pintar.
Orang tua yang hanya mengenyam pendidikan SMP dan berpenghasilan pas-pasan berkeinginan untuk dapat menyekolahkan putranya hingga universitas. Seorang manajer penjualan mengembangkan suatu rencana untuk membuat pameran di beberapa lokasi yang strategis agar dikunjungi oleh banyak calon pembeli. Seorang ibu rumah tangga merombak sudut halaman rumahnya yang gersang menjadi sebuah taman mungil yang asri. Ini senua adalah hasil dari berpikir kreatif.
Mencari jawaban yang sederhana tetapi tepat; menyusun barang-barang agar memudahkan pengambilannya; membuat anak-anak bersikap jujur; semua ini merupakan berpikir kreatif.
Percaya bahwa suatu hal dapat dilaksanakan, akan membuka jalan bagi pemecahan persoalan secara kreatif. Percaya bahwa sesuatu tidak dapat dilaksanakan, merupakan suatu pemikiran yang destruktif. Ini berlaku untuk semua situasi, baik yang kecil maupun yang besar. Jika kita sering menggunakan kata “mustahil, tidak mungkin, tidak bisa”, maka itu semua akan menutup pikiran kita untuk berkreasi. Para pemimpin yang tidak percaya bahwa perdamaian dapat diwujudkan pasti akan gagal, karena pikirannya tertutup bagi cara-cara kreatif. Demikian juga halnya dengan Anda. Jika Anda percaya bahwa Anda dapat melaksanakan suatu tugas, maka akan muncul ide-ide kreatif dan cara-cara pemecahan masalah yang akan Anda hadapi.
“When you affirm big, believe big, and pray big, big things happen.” (Norman Vincent Peale)
Author: Mr. Happy S. Tjandra
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar